Selasa, 11 April 2023

Teori Dasar Penawaran dan Harga Pasar / Harga

A. Hukum, Teori Penawaran, dan Penawaran Islami
    Hukum penawaran mengatur tentang interaksi antara penjual dan pembeli dalam transaksi dagang. Hukum penawaran berbunyi sebagai berikut, ”Bila tingkat harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan anik. Bila tingkat harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun”.
Apabila beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran di atas dianggap tetap selain harga barang itu sendiri (harga barang substitusi tetap, ongkos dan biaya produksi relatif tidak berubah, tujuan perusahaan tetap pada orientasinya, teknologi yang digunakan tidak berkembang, dan lainnya dianggap tidak berubah), maka penawaran hanya ditentukan oleh harga. Artinya, besar kecilnya perubahan penawaran dideterminasi/ditentukan oleh besar kecilnya perubahan harga. Dalam hal ini berlaku perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran. Sebagaimana konsep aslidari penemunya (Alfred Marshall), maka perbandingan lurus antara harga terhadap dap penawaran disebut hukum penawaran.
Hukum penawaran adalah kuantitas barang dan jasa yang bersedia untuk dijualnya pada berbagai tingkat harga dalam periode waktu tertentu. 
    Dengan demikian, hukum penawaran adalah "perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik, maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun."
    Penawaran adalah hubungan antara harga dengan kuantitas untuk setiap unit waktu yang akan dijual oleh penjual.Dalam memanfaatkan alam yang telah disediakan Allah bagi keperluan manusia, larangan yang harus dipatuhi adalah: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Larangan ini tersebar di banyak tempat dalam Al-Qur'an dan betapa Allah sangat membenci mereka yang berbuat kerusakan di muka bumi.
    Meskipun definisi kerusakan tersebut sangat luas, akan tetapi dalam kaitannya dengan produksi, larangan tersebut memberi arahan nilai dan panduan moral. Produksi Islami bukan hanya dilarang mengakibatkan kerusakan dalam memanfaatkan alam dan lingkungan, artinya ia tidak boleh mengakibatkan hutan menjadi gundul dan berubah menjadi lahan kritis yang mengakibatkan banjir dan longsor, menimbulkan polusi yang di atas ambang batas yang aman bagi kesehatan. Produksi Islami juga haram menghasilkan produk-produk yang apabila dikonsumsi akan menimbulkan kerusakan, baik itu rusaknya kesehatan, apalagi rusaknya moral dan kepribadian. Contoh, jika telah terbukti secara ilmiah bahwa rokok menimbulkan begitu banyak mudarat dibandingkan manfaat yang dihasilkannya, maka memproduksi rokok adalah hal yang tidak Islami. Sudah barang tentu, Islam melarang produksi barangbarang yang diharamkan seperti minuman keras, obat bius, dan sebagainya. Demikian pula barang dan jasa yang merusak akhlak seperti hiburan-hiburan
yang tidak mendidik.
    Aturan etika dan moral yang membatasi kegiatan produksi tersebut tentu saja berpengaruh terhadap fungsi penawaran barang dan jasa. Sebagai contoh, apabila suatu proses produksi menghasilkan polusi, maka biaya lingkungan dan sosial tersebut harus dihitung dalam ongkos produksi sehingga ongkos meningkat dan penawaran akan berkurang. Dampaknya, kurva penawaran akan bergeser ke kiri. Di negara Barat, hal tersebut telah dilakukan dengan mengenakan pajak polusi atau dikenal dengan istilah Pigouvian Tax yang tujuannya agar perusahaan memperhitungkan biaya eksternal yang timbul akibat kegiatan produksinyasehingga memengaruhi keputusan produksi dan penjualannya.

B. Kurva Penawaran
    Kurva penawaran adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga
barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Kurve ini dibuat
atas dasar data riel mengenai hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang
tersebut.
    Penawaran merupakan kemauan produsen atau penjual untuk menawarkan barang dan jasanya pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu. Dalam hukum penawaran, jika harga naik, maka penawaran akan naik dan jika harga turun, maka penawaran juga akan turun. Menurut Modul 10 Permintaan Penawaran Pasar dan Harga, kurva penawaran menggambarkan grafik yang menunjukkan hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan pada waktu dan tempat tertentu.
Dalam ilustrasi, harga produk diukur pada sumbu vertikal grafik dan jumlah produk ditampilkan pada sumbu horizontal.
    Harga dan penawaran memiliki hubungan berbanding lurus. Ketika harga naik, maka penawaran akan mengalami kenaikan. Sebaliknya, jika harga turun, maka penawaran akan mengalami penurunan.

C. Pengaruh Pajak Perniagaan Terhadap Penawaran.
    Pajak yang dikenakan atas penjualan selalu menambah harga barang yang ditawarkan. Sehingga hanya mempengaruhi fungsi penawaran. Sedangkan pada fungsi permintaan tidak mengalami perubahan sama sekali. Fungsi penawaran sebelum dikenakan pajak adalah P=F (Q). Dan fungsi penawaran setelah dikenakan pajak t perunit adalah P = F (Q) +t. Maka keseimbangan pasamya adalah dengan memecahkan fungsi persamaan penawaran sebelumdan setelah dikenakan pajak.
    Total pajak yang diterima oleh pemerintah adalah T pemerintah = Pajak x Q pada keseimbangan stelah pajak. Pajak yang ditanggung oleh konsumen adalah (Pt-Pe) x Qt. Sedangkan pajak yang ditanggung oleh produsen adalah total pajak yang diterima oleh pemerintah - pajak yang ditanggung oleh konsumen.

D. Pergeseran Kurva Penawaran
    Pergeseran Kurva Penawaran (Shifting the Supply Curve)- Disebabkan oleh faktor-faktor selain harga barang/jasa itu sendiri, yaitu harga barang/jasa lain, harga faktor produksi, teknologi, dll. - Misalnya peningkatan biaya produksi, ceteris paribus, akan menggeser kurva penawaran ke arah kiri secara sejajar sehingga akan meningkatkan jumlah beras yang ditawarkan pada setiap tingkat harga beras (gambar 9).- Perubahan faktor-faktor lain selain harga barang itu sendiri akan menyebabkan perubahan penawaran (S).

E. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kurva Penawaran
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kurva Penawaran adalah sebagai berikut:
1.) Jumlah penjual atau produsen.
2.) Kemajuan teknologi.
3.) Biaya produksi.
4.) Harga faktor produksi.
5.) Pajak.
6.) Harga Barang.
7.) Bencana Alam.
8.) Harga Barang Dimasa Depan.






Oleh: YUSMITA (2130402114) EKSYA-4C 

Senin, 10 April 2023

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PERMINTAAN BERDASARKAN PILIHAN YANG OPTIMAL DARI BARANG HALAL-HARAM

A. Definisi Hukum dan Teori Permintaan
    Cara permintaan merupakan salah satu teori yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara pembeli dengan penjual, jadi permintaan sendiri menjelaskan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas barang maupun jasa.
    Hukum permintaan pada hakekatnya merupakan suatu hipotesa yang berbunyi "Jika harga suatu barang turun maka permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah, sebaiknya Jika harga suatu barang naik maka permintaan terhadap barang tersebut akan berkurang". Jadi antara harga barang dengan permintaan tersebut mempunyai sifat hubungan yang berlawanan arah. 
     Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentukan kurva permintaan.
    Suatu komoditas dihasilkan oleh produsen karena dibutuhkan oleh konsumen dan karena konsumen bersedia membelinya. Konsumen membeli komoditas-komoditas yang mereka perlukan itu bila harganya sesuai dengan keinginan mereka dan bila komoditas tersebut berguna baginya.
Komoditas-komoditas yang dikonsumsi mempunyai sifat yang khas sebagaimana yang terdapat dalam faktor-faktor produksi yaitu semakin banyak komoditas tersebut dikonsumsi maka kegunaan komoditas tersebut akan semakin berkurang. Misalkan kita makan 5 buah jeruk kita akan dapatkan guna yang amat tinggi dari jeruk pertama dan guna yang semakin berkurang dari jeruk kedua ketiga keempat dan kelima, dengan keadaan ini berarti pembeli akan bersedia membeli lebih banyak komunitas Jika harga satuan dari komoditas tersebut menjadi lebih rendah.
B. Kurva Permintaan 
    Kurva permintaan adalah grafik hubungan antara suatu produk dan permintaan konsumen dalam kurun waktu tertentu.Kurva permintaan mempunyai kemiringan negatif. Hal ini sesuai dengan hukum permintaan yang menyatakan bahwa bila harga suatu barang turun maka jumlah yang diminta akan bertambah dan bila harga barang naik maka jumlah yang diminta akan berkurang. Hukum permintaan tersebut berlaku dengan suatu asumsi ceteris paribus (hal-hal lain tetap atau tidak berubah). Hal-hal lain yang dianggap tetap disebut yaitu tingkat pendapatan, harga barang lain, selera, advertensi dari perusahaan, jumlah penduduk dan ramalan keadaan di masa mendatang. Untuk membuat kurva permintaan akan lebih mudah jika kita buat lebih dulu schedule permintaan. Schedule permintaan dan kurva permintaan keduanya sama-sama merupakan teknik untuk menunjukkan hubungan antara permintaan dan tingkat harga.
Contoh kurva sedot permintaan roti
    tuliskan permintaan di atas dapat kita lihat bahwa antara harga dan jumlah yang diminta mempunyai hubungan yang terbalik. Hubungan inilah yang sering dinamakan dengan hukum permintaan.
Kurva permintaan juga sering dianggap sebagai alat ukur terhadap kesediaan konsumen membayar suatu produk yang diinginkan, adanya sifat responsif dari konsumen akan memberikan gambaran bagi perusahaan terkait produknya bisa diterima oleh pasar atau tidak.
Jenis kurva permintaan:
1. Kurva permintaan miring ke bawah : adalah kurva yang menunjukkan adanya jumlah yang diminta konsumen berkurang terkait adanya kenaikan harga dan sebaliknya. Dalam hal ini hubungan antara harga dan permintaan adalah negatif. Kurva permintaan ini hanya berlaku untuk barang dengan harga normal.
2. Kurva permintaan miring ke atas : adalah hubungan positif antara harga dengan jumlah produk yang diminta konsumen, ketika harga naik konsumen akan meminta produk lebih banyak begitu juga sebaliknya hal ini tentu menyalahi hukum permintaan.
3. Kurva permintaan tertekuk : adalah permintaan sebuah barang yang memiliki elastisitas berbeda sehingga permintaan konsumen akan berbeda juga ketika harga naik dan turun. Kurva ini bisa ditemui di pasar oligopoli.

C. Menjelaskan Tabel Permintaan
    Tabel permintaan adalah tabel yang menunjukkan berapa banyak produk yang dibeli oleh konsumen pada tingkat harga tertentu, tabel permintaan ini merupakan dasar atau panduan untuk membuat kurva permintaan. Contoh dari tabel permintaan dapat dilihat dari contoh kurva permintaan di pembahasan sebelumnya.

D. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
1. Pendapatan konsumen
    Penghasilan merupakan faktor utama dan kemampuan untuk membayar konsumen, ketika penghasilan meningkat permintaan barang juga akan meningkat dengan demikian untuk barang-barang normal peningkatan hasil pendapatan ditandai dengan bergesernya ke arah kanan dari kurva permintaan. Sedangkan barang-barang inferior di mana memiliki level hasil penghasilan yang tinggi akan ditandai dengan bergesernya ke arah kiri dari kurva permintaan.

  2. Harga barang pelengkap
    Dua barang disebut komplemen apabila konsumen menerima lebih utilitas dari konsumsinya daripada menerima untuk mengkonsumsi secara terpisah. Seseorang menikmati minum kopi saja tetapi utilitasnya bertambah apabila dikombinasi dengan krim sebagai barang komplemen. Kalau ada dua barang komplemen dan harga dari salah satu barang x turun permintaan konsumen untuk barang komplemen Y akan meningkat
3. Selera dan pilihan
    Selera konsumen dan pilihan akan selalu berubah dengan musim misalnya di musim dingin selera pakaian memakai pakaian hangat dan cenderung memakai pakaian tipis di musim panas dan sesuai tren populer saat itu.
4. Harapan harga masa datang
    Harapan perubahan harga masa datang atau perubahan pendapatan dapat menyebabkan permintaan bergeser hari ini, permintaan juga dapat merespon harapan adik ketersediaan dari barang di masa akan datang.
5. Jumlah pembeli
    Peningkatan jumlah pembeli akan mensyaratkan peningkatan permintaan untuk barang dengan mengkonsumsikan faktor lain konstan. Hal ini sering terjadi yang disebabkan adanya perubahan demografis atau meningkatnya ketersediaan di pasar.

E. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar
1. Permintaan individu
    Permintaan individu adalah permintaan seorang individu terhadap produk tertentu, misalnya permintaan terhadap sepatu.
   Harga adalah penentu utama permintaan individu, setidaknya penjelasan karena ekonomi menggunakannya untuk menjelaskan permintaan teori. Pada kenyataannya konsumen tidak hanya. Faktor penentu permintaan individu yaitu:
-Pendapatan : permintaan meningkat ketika konsumen memperoleh lebih banyak pendapatan.
-ekspektasi harga di masa depan : jika konsumen mengantisipasi harga akan naik di masa mendatang mereka akan membeli sekarang sebelum harga benar-benar naik. Sebaiknya ketika harga berada pada tren menurun mereka cenderung mendorong pembelian, menunggu harga turun lebih lanjut sehingga mereka bisa mendapatkan harga lebih murah.
-harga barang substitusi : ketika harga sebuah produk naik beberapa konsumen akan beralih ke substitusinya karena keduanya memuaskan kebutuhan yang sama.
-harga barang pelengkap : misalnya ketika harga printer turun, permintaannya naik begitu juga dengan permintaan tinta yang mana merupakan komplemennya.sebaiknya Jika harga printer naik permintaan terhadap tinta juga akan turun mengikuti penurunan permintaan terhadap printer.
-selera dan preferensi : ketika konsumen tertarik pada sebuah produk mereka dapat menghabiskan lebih banyak dollar untuk mendapatkan lebih banyak. Sebaliknya jika mereka bosan untuk sudah tidak berselera dengan produk tersebut mereka akan beralih ke produk alternatif.
-merk: misalnya perusahaan dapat menciptakan ketertarikan atau preferensi konsumen terhadap sebuah produk melalui promosi atau iklan, itu pada akhirnya mengarah pada permintaan yang lebih tinggi.
2. Permintaan Pasar
   Permintaan pasar merupakan penjumlahan permintaan individu di pasar pada harga yang diberikan, dalam ilmu ekonomi permintaan adalah sebagai kesediaan dan kemampuan kita sebagai konsumen untuk membeli barang atau jasa untuk setiap kombinasi harga yang diberikan.
   Faktor penentu permintaan pasar adalah:
-pendapatan
-harga barang substitusi
-harga barang pelengkap
-ekspektasi harga di masa depan
-selera dan preferensi
-jumlah konsumen di pasar
    Banyak bisnis melakukan riset pasar untuk menghitung potensi permintaan pasar dan karakteristiknya. Itu membantu mereka untuk memperkirakan potensi penjualan dan juga keuntungan, etika permintaan pasar bebas mereka berharap untuk menjual lebih banyak.



Oleh: YUSMITA (2130402114) EKSYA-4C 

MEMAHAMI EFISIENSI ALOKASI DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN

A. Pertukaran dan Keseimbangan Konsumsi antar Individu Definisi dari pertukaran dalam ekonomi adalah suatu proses saling memberi dan di beri...