Definisi dari pertukaran dalam ekonomi adalah suatu proses saling memberi dan di beri seperti contoh proses jual beli yang terjadi di pasar, konsumen membeli kebutuhan hidup di pasar dan menukarnya dengan uang yang di butuhkan oleh penjual juga memenuhi kebutuhan hidupnya.
Keseimbangan umum merupakan seimbangnya harga beli terhadap harga jual, seimbangnya permintaan barang dengan penawaran barang, juga keseimbangan antara pengeluaran uang dengan pemasukan dan keseimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran yang terjadi.
Keseimbangan umum atau equilibrium meliputi beberapa pasar yaitu: pasar barang, posar uang pasar tenaga kerja dan pasar modal. Jumlah barang pada keadaan itu disebut kuantitas keseimbangan. Tingkat harga yang membentuk keadaan keseimbangan itu disebut harga keseimbangan.
Keseimbangan umum terjadi apabila pasar uang dan pasar barang berada dalam keseimbangan secara bersama-sama dan keseimbangan tersebut diperoleh keseimbangan pendapatan nasional dan keseimbangan tingkat bunga
Misalkan dalam sebuah perekonomian ada sepuluh juta barang, jika semua barang mempunyai struktur pasar bersaing sempurna, maka penawaran dan permintaan dari sepuluh juta barang tersebut akan sama. Kondisi ini disebut terjadi keseimbangan umum. Dalam kondisi seperti ini tidak ada seorang pun yang mampu menaikkan kepuasannya tanpa mengurangi kepuasan orang lain. Dengan kata lain semua orang telah mengoptimalkan keputusannya. Semua konsumen telah menentukan pola konsumsinya dan semua produsen telah menentukan pola produksinya. Keseimbangan umum adalah model analisis keseimbangan harga dan output pasar dengan pendekatan keterkaitan antar barang dan antarpasar dengan asumsi perfectly competitive price system.
Untuk memahami latar belakang dan sebab-sebab pertukaran konsumsi antar indivu dan
keseimbangan konsums keduanya, berikut akan kita berikan asumsi yang cukup releven untuk mendukung analisis. Asumsi tersebut adalah ada dua individu yang mengonsumsi dan macam komoditas yang total penawarannya tetap. Pada gambar 11.1, panel (a) dan (b) adalah ruang konsumsi untuk masing-masing idividu. Titik origin atau titik awal konsumsi individu A kita sebut OA dan untuk individua kita sebut saja dengan OB
Untuk mempermudah pembahasan keseimbangan konsumsi anatarindividu tersebut, maka kita gabungkan kedua ruang konsumsi individu 2 hingga 1800, maka kita akan mendapatkan sebuah kotakyang berisikan ruang konsumsi untuk kedua individu. Dengan tidak mengubah letak titik origin maka kita melihat bahwa titik origin (baik OA maupun 08)maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsums Kita asumsikan ada dua komoditi yang dikonsumsi oleh individu A dan B, yaitu beras dan gandum. Jumlah komsumsi beras dillustrasikan dengan garis horizontal (X) dan gandum dengan garis vertikal
(Y). A dan B adalah sama dengan total penawran beras (X). Demikian pula untuk konsumsi gandum. Dalam literatur kontemporer, lotak dari ruang konsumsi untuk menganalisa pertukaran dua komoditi dan dua individu disebut dengan Edgeworth box.
Individu A maupun individu a akan mengombinasikan kedua komoditas tersebut sesuai dengan prefensi dan endement yang dimiliki. Kita tuliskan saja konsumsi untuk individu A adalah CA (CA-X.yang berisikan ruang konsumsi untuk kedua individu. Dengan tidak mengubah letak tick origin maka
kita melihat bahwa titik origin (baik OA maupun On)maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumsi.
Kita asumsikan ada dua komoditi yang dikomsumsi oleh individu A dan B, yaitu beras dan gandum. Jumlah komsumsi beras dillustrasikan dengan garis horizontal (X) dan gandum dengan garis vertikal (Y). A dan adalah sama dengan total penawran beras (X) Demikian pula untuk konsumsi gandum. Dalam literatur kontemporer, lotak dari ruang konsumsi untuk menganalisa pertukaran dua komoditidari dua individu dhebut dengan Edgeworth box.
Individu A maupun individu B akan mengombinasikan kedua komoditas tersebut sesuai dengan prefensi dan endwment yang dimiliki. Kita tuliskan saja konsumsi untuk individu A adalah CA (CA-X CAY), di mana CAX mempresentasikan konsumsi poin keseimbangan konsumsinya kita tuliskan CB-(CBX, CBY). Keadaan di mana CA dan CD adalaha tingkat konsumsi yang fair maka hal inilah yang dimaksudkan dengan alokasi Alokasi untuk konsumsi komoditas x dan Y dibatasi olen total penawaran dari komoditas X dan Y
CAX CBY WAX w...BY
CAY+CBYWAY....WBY
Dua ruang komoditas Catatan ruang individu A untuk barang x dan y digambarkan oleh panel (a) sedangkan untuk individu B digambarkan dengan panel (b)
Perputaran Sumbu Ruang Konsumsi Individu
Catatan: untuk menyatukan kedua ruang komumu, maka ruang individu 8 diputar 1800 untuk mendapatkan empat persegi panjang.
Pada gambar di atas dapat kita lihat bagaimana sebuah box yang sering disebut dengan Edgeworth Box dibentuk. Pada panel (a) dan (b), diperlihatkan bahwa seorang konsumen akan berusaha meningkatkan tingkat kepuasan konsumsinya dengan cara memilih tingkat konsumsi pada garis indifference curve yang paling jauh dari titik originnya, Dengan melakukan analisis terhadap dua orang dan mengonsumsikan bahwa total komoditi yang tersedia akan dibagi di antara kedua konsumen tersebut maka dibuatlah sebuah kotak untuk memperlihatkan ruang konsumsi masing- masing konsumen. Disebut kondisi ekuilibrium telah tercapai apabila tingkat konsumsi untuk masing-masing konsumen telah optimal, pada kondisi ini bila salah satu konsumen meningkatkan konsumsinya maka secra otomatis akn mengurangi konsumsi pihak kedua.
Gambar diatas adalah box ruang konsumsi kedua konsumen yang telah dilengkapi dengan kurva indifference Perhatikan bahwa IC untuk individu A diberi tanda ICA, sedangkan untuk individu B diberi tanda ICE. Walau ICA berwujud cekung dan ICB berwujud cembung, namun kedua kurva tersebut mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Untuk meningkatkan kepuasannya individu A akan berusaha akan mengonsumsi pada kurva IC yang paling jauh dari titik origin A Misalnya, ICAZ lebih tinggi dari ICA begitu juga bagi konsumsi B pada kurva IC82 memiliki tingkat kepuasan yang lebih tingg dari pada ICB1. Tingkat keseimabangan untuk konsumen A dan B terjadi bila kurva ICA berpotongan atau bersinggungan dengan ICB. Namun, tingkatan keseimbangan tersebut belum tentu memenuhi syarat dari pareto optimal. Misalkan, titik E adalah tingkat keseimbangan kedua konsumen, namun titik E belum menunjukan tingkat yang paling optimal bagi kedua konsumen. Titik E dihasilkan dari perpotongan antara kurva (CAZ untuk preferensi individu A dan kurva ICB1. Bagi konsumen A, titik E sudah optimal, namun ng konsumen Btk belum optimal karena baru berada pada tingkat kepuasan ICB1 karena tanpa mengurang tingkat kepuasan konsumen A, konsumen masih dapat mingkatkan tingkat kepuasannya menjadi ICBZ. Pada kurva kepuasan inilah antara konsumen B dan akan memperoleh tingkat yang paling optimal yaitu titik E. Nah, di titik E inilah tingkat pareto optimal tercapa.
B. Kesejahteraan Sosial.
Kesejahteraan sosial dapat dilihat dari efisiensi lokasi dan distribusi pendapatan. Efisiensi lokasi merujuk kepada kemampuan untuk menempatkan sumber daya secara optimal yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi, seperti alih teknologi, pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan peralatan secara optimal, sehingga memaksimalkan hasil produksi dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Distribusi pendapatan merujuk pada pembagian kekayaan dan pendapatan yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi di antara penduduk. Kesejahteraan sosial dapat ditingkatkan apabila pendapatan dan kekayaan didistribusikan secara adil dan merata di seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui program pembangunan ekonomi dan sosial yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin.
Efisiensi lokasi dan distribusi pendapatan yang baik dapat memperbaiki kesejahteraan sosial masyarakat. Ini membuat orang memiliki akses ke sumber daya dan fasilitas yang memadai, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang secara ekonomi dan sosial. Kesejahteraan sosial juga akan meningkat jika pemerintah melakukan program yang mengupayakan pembangunan infrastruktur yang baik, peluang kerja yang memadai, pengurangan kemiskinan dan pengembangan keterampilan penduduk.
C. Efisiensi dan Keadilan
Efisiensi adalah perbandingan antara input dan output, dimana input digunakan setepat dan sebaik mungkin untuk memperoleh output yang terbaik. Efisiensi alokasi menjelaskan bahwa bila semua sumber daya yang ada habis teralokasi, maka akan mencapai alokasi yang efisien.Tetapi tidak dapat dikatakan bahwa alokasi
tersebut adil. Para ekonom konvensional berbeda pendapat tentang distribusi yang adil :
1. Konsep Egalitarian: Barang yang diterima pada setiap orang dalam kelompok masyarakat
jumlahnya sama.
2. Konsep Rawlsian: maksimalkan utility orang paling miskin (The last well off person).
3. Konsep Utilitarian: maksimalkan total utility dari setiap orang dalam kelompok masyarakat
4. Konsep Market Oriented : hasil pertukaran melalui mekanisme pasar adalah yang paling adil
Dalam konsep ekonomi islam, adil adalah “tidak menzalimi dan tidak dizalimi”. Bisa jadi “sama rasa sama rata” tidak adil dalam pandangan islam karena tidak memberikan insentif bagi orang yang bekerja keras.
Tidak adil dalam pandangan Islam karena orang yang endowmentnya tinggi mempunyai posisi tawar yang lebih kuat dari pada yang endowment nya kecil sehingga yang kuat dapat mendzalimi yang lemah.
Lebih dari sekedar efesinsi dan keadilan, konsep ekonomi Islam juga mendorong pada upaya membesarkan endowment (meningkatkan production possibility frontier) atau dalam konteks ini
membesarkan Edgeworth Box. Oleh karena itu, konsep Islam adalah mendorong terjadinya positive sum game.(sama-sama untung)
D Dampak Distribusi Pendapatan dalam
Islam
Menurut Sudarsono dalam buku Konsep
Ekonomi Islam, distribusi pendapatan merupakan bagian yang penting dalam membentuk
kesejahteran.
Dampak dari distribusi pendapatan bukan saja pada aspek ekonomi tetapi juga aspek sosial dan politik. Dampak yang ditimbulkan dari distribusi pendapatan yang didasarkan atas konsepIslam adalah
sebagai berikut:
1. Dalam konsep Islam perilaku distribusi
pendapatan masyarakat merupakan bagian danbentuk proses kesadaran masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah.
2. Seorang muslim akan menghindari praktek distribusi yang menggunakan barang-barang yang merusak masyarakat.
3. Negara bertanggung jawab terhadap mekanisme distribusi dengan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok, atau golongan apalagi perorangan.
4. Negara memiliki tanggung jawab untuk
menyediakan fasilitas publik, yang berhubungan dengan masalah optimalisasi distribusi pendapatan, seperti: sekolah, rumah sakit,
lapangan kerja, perumahan, jalan, jembatan dan sebagainya.
E.Ketepatan Menunjukkan Asma Al Husna Pada Materi
Asmaul Husna Al-Adl mengajarkan pentingnya keadilan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam distribusi pendapatan. Sebagai manusia, kita harus memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendapatan yang layak sesuai dengan usaha dan keterampilannya. Hal ini dapat dicapai dengan mengadopsi sistem yang memastikan bahwa orang-orang yang bekerja keras dan bertanggung jawab mendapatkan imbalan yang sesuai dengan kontribusinya.
Di sisi lain, Asmaul Husna Al-Karim mengajarkan pentingnya memberi dan berbagi dengan orang lain yang kurang beruntung. Walaupun keadilan sangat penting dalam distribusi pendapatan, tetapi kebaikan dan kedermawanan juga penting untuk memastikan bahwa orang-orang yang kurang beruntung mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Asmaul Husna Al-Akbar mengajarkan manusia untuk mempercayai kekuatan Tuhan dalam memimpin kehidupan dan menciptakan dunia yang adil dan sejahtera. Manusia harus menggunakan keberhasilan mereka untuk membantu orang lain dan menciptakan masyarakat yang efisien dan adil bagi semua orang. Dengan cara ini, prinsip-prinsip dalam Asmaul Husna dapat membantu manusia menciptakan sistem yang efisien dan adil dalam efisiensi lokasi dan distribusi pendapatan.
Yusmita(2130402114) EKSYA-4C