Produksi adalah kegiatan manusia untuk menghasilkan barang dan jasa yang kemudian dimanfaatkan oleh konsumen. Secara teknis produksi adalah proses mentransformasi input menjadi output, tetapi definisi produksi dalam pandangan ilmu ekonomi jauh lebih luas. Pendefinisian produksi mencakup tujuan kegiatan menghasilkan output serta karakter-karakter yang melekat padanya. Beberapa ahli ekonomi Islam memberikan definisi yang berbeda mengenai pengertian produksi, meskipun substansinya sama. Berikut pengertian produksi menurut para ekonomi muslim kontemporer:
1. Rahman menekankan pentingnya keadilan dan kemerataan produksi (distribusi produksi secaraa merata).
2. Al-Haq menyatakan bahwa tujuan dari produksi adalah memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang merupakan fardlu kifayah, yaitu kebutuhan yang bagi banyak orang pemenuhannya bersifatwajib.
3. Siddiqi mendefinisikan kegiatan produksi sebagai penyediaan barang dan jasa dengan memperhatikan nilai keadilan dan kebajikan / kemanfaatan (mashlahah)bagi masyarakat. Dalam pandangannya sebagai produsen telah bertindak adil dan membawa kebajikan bagi masyarakat maka ia telah bertindak Islami.
Dalam definisi-definisi tersebut di atas terlihat sekali bahwa kegiatan produksi dalam perspektif ekonomi Islam pada akhirnya mengerucut pada manusia dan eksistensinya, meskipun definisi-definisi tersebut berusaha mengelaborasi dari perspektif yang berbeda. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kepentingan manusia yang sejalan dengan moral Islam, harus menjadi fokus atau target dari kegiataan produksi. Produksi adalah proses mencari, mengalokasikan dan mengolah sumber daya menjadi output dalam rangka meningkatkan mashlahah bagi manusia. Produksi juga mencakup aspek tujuan kegiatan menghasilkan output serta karakter-karakter yang melekat pada proses dan hasilnya.
Dalam konsep ekonomi konvensional (kapitalis) produksi dimaksudkan untuk memperoleh laba sebesar-besarnya, berbeda dengan tujuan produksi dalam Islam yang bertujuan untuk memberikan Mashlahah yang maksimum bagi konsumen. Walaupun dalam ekonomi Islam tujuan utamannya adalah memaksimalkan mashlahah, memperoleh laba tidaklah dilarang selama berada dalam bingkai tujuan dan hukum Islam.
B. FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
Produksi tidak akan dilakukan kalau tidak ada bahan-bahan yang memungkinkan dilakukannya proses produksi itu sendiri. Untuk bisa melakukan produksi, orang memerlukan tenaga manusia, sumber-sumber alam, modal dalam segala bentuknya, serta kecakapan. Jadi, semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar nilai barang disebut sebagai faktor-faktor produksi.Seorang produsen dalam menghasilkan suatu produk harus mengetahui jenis atau macam-macam dari faktor produksi.Macam faktor produksi secara teori terbagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut:
1.Sumber Daya Alam
Allah Swt menciptakan alam yang di dalamnya mengandung banyak sekali kekayaan yang bisa dimanfaatkan manusia. Manusia sebagai mahluk Allah hanya bisa mengubah kekayaan tersebut menjadi barang kapital atau pemenuhan yang lain. Menurut ekonomi Islam jika alam dikembangkan dengan kemampuan dan tekhnologi yang baik, maka Alam dan kekayaan yang terkandung di dalamnya tidak akan terbatas
2.Tenaga Kerja
Tenaga kerja menentukan kualitas dan kuantitas suatu produksi. Dalam Islam tenaga kerja tidak terlepas dari moral dan etika dalam melakukan produksi agar tidak merugikan orang lain. Dan sebagai tenaga kerja mereka memiliki hak untuk mendapatkan gaji atas kerja yang telah mereka lakukan. Bahkan Allah Swt mengancam tidak akan memberikan perlindungan di hari kiamat pada orang yang tidak memberikan upah pada pekerjanya. Memberikan upah yang layak dalam syariat Islam tidaklah mudah, para ahli memiliki perbedaan pendapat mengenai upah ini, ada yang berpendapat penentuan upah adalah standart cukup, maksudnya sebatas dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3.Modal
Modal adalah segala kekayaan baik yang berwujud uang walaupun bukan uang (gedung, mesin, perabotan dan kekayaan fisik lainnya) yang dapat digunakan dalam menghasilkan output. Pemilik modal harus berupaya memproduktifkan modalnya dan bagi yang tidak mampu menjalankan usaha, Islam menyediakan bisnis alternatif seperti Mudharabah, Musyarakah, dan lain-lain .
4.Organisasi (manajemen)
Dalam sebuah produksi hendaknya terdapat sebuah organisasi untuk mengatur kegiatan dalam perusahaan. Dengan adanya organisasi setiap kegiatan produksi memiliki penanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan perusahaan. Diharapkan semua individu dalam sebuah organisasimelakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan tugas yang diberikan.
C. BIAYA PRODUKSI
Biaya dalam pengertian produksi ialah semua beban yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan suatu produksi. Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor faktor produksi dan bahanbahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan keahlian pengusaha.
Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1. Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi.
2. Bahan-bahan pembantu atau penolong.
3. Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur
4. Penyusutan peralatan produksi
5. Uang modal, sewa
6. Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi
7. Biaya pemasaran seperti biaya iklan
8. Pajak
Biaya produksi digolongkan dalam tiga jenis yang juga merupakan elemen-elemen
utama dari biaya produksi, meliputi:
a. Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost)
Merupakan bahan secara langsung digunakan dalam produksi untukmewujudkan suatu macam produk jadi yang siap untuk dipasarkan.
b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour Cost)
Merupakan biaya-biaya bagi para tenaga kerja langsung ditempatkan dan didayagunakan dalam menangani kegiatan-kegiatan proses produk jadi secara langsung diterjunkan dalam kegiatan produksi menangani segala peralatan produksi dan usaha itu dapat terwujud.
c. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead Cost)
Umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan biaya pabrik lainnya, seperti; biaya pemeliharaan pabrik, yang tidak secara mudah didefinisikan atau dibebankan pada suatu pekerjaan.
D. PENGARUH PAJAK, BUNGA BANK,ZAKAT DAN BAGI HASIL TERHADAP BIAYA PRODUKSI
Pengenaan pajak atas suatu barang yang diproduksi/dijual akan memengaruhikeseimbangan pasar barang. Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barangmenyebabkan harga jual barang tersebut naik. Sebab setelah dikenakan pajak produsenakan mengalihkan beban pajak tersebut ke konsumen, yaitu dengan jalan menawarkan harga jual yang lebih tinggi. Akibatnya, harga eseimbangan yang tercipta dipasarmenjadi lebih tinggi daripada harga keseimbangan sebelum pajak.Pajak yang dikenakan atas penjualan selalu menambah harga barang yangditawarkan, sehingga hanya memengaruhi fungsi penawaran, sedangkan fungsi permintaannya tetap. Pajak dapat memengaruhi nilai keseimbangan pasar sebuah barang seperti jumlah keseimbangan dan harga keseimbangan pasar barang tersebut.
Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih besar (lebih tinggi) pada sumbuharga. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak akan menjadi P = a + bQ + t. Dengan kurva penawaran yang lebih tinggi (cateris paribus), titik keseimbangan akan bergeser menjadi lebih tinggi.Pengenaan pajak penjualan atau pajak pertambahan nilai sebesar, 10% dari harta per unit, akan meningkatkan average total cost. Peningkatan ATC (Average Total Cost) atau Biaya Total Rata- rata secara langsung juga berarti meningkatkan MC (MarginCost) atau Biaya Marginal.
Bila harga tetap pada tingkat harga semula, maka peningkatan biaya ini berarti penurunan profit, karena total revenuetetap sedangkan total cost meningkat. Sebelumadanya pajak penjualan, tingkat profit sebesar profit. Dengan adanya pengenaan pajak penjualan, tingkat profit menurun menjadi profit.
Adanya pengenaan pajak penjualan meningkatkan TC (Total Cost) atau BiayaTotal menjadi TC1(Total Cost 1) atau Biaya Total. Begitu pula dengan bunga yangharus dibayarkan oleh produsen, maka bunga akan menjadi bagian dari fix cost (biayatetap). Konsekuensinya, keberadaan bunga akan meningkatkan total biaya dari TCmenjadi TC1, sehingga akan memengaruhi harga barang.
Berbeda dengan penerapan bagi hasil, di mana bagi hasil dilakukan setelahkeuntungan produksi diperoleh. Hal ini tentu tidak akan mengakibatkan kenaikan biaya produksi. Pada sistem bagi hasil, kurva fix cost tidak mengalami perubahan. Dengandemikian, sistem bagi hasil tidak akan memengaruhi harga barang. Sama halnya denganzakat perdagangan yang dihitung berdasarkan keuntungan yang diperoleh. Artinya,zakat dikenakan setelah produksi. Dengan demikian produsen tidak akanmembebankannya kepada konsumen, sehingga harga barang tidak mengalamikenaikan.
E. PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN
Keuntungan yang maksimum dapat dicapai apabila perbedaan antara hasil penjualan dengan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar. Keuntungandiperoleh apabila hasil penjualan melebihi dari biaya produksi. Sementara itu, kerugianakan dialami apabila hasil penjualan kurag dari biaya produksi.Dalam menganalisis suatu usaha, ada 2 hal yang harus diperhatikan, yaitu biaya produksi yang dikeluarkan dan hasil penjualan dari barang-barang produksi. Di dalam jangka pendek, pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan dapat dicari dengan2 cara yakni:
1. membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total danmenunjukkan hasil penjualan marjinal sama dengan marjinal. Keuntunganadalah perbedaan atau hasil penjualan total yang diperoleh dengan biaya totalyang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan diantara keduanya adalah maksimum.Untuk menentukan keadaan ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil penjualan total dan biaya total pada setiap tingkat produksi, dimana hasil penjualan total melebihi biaya total pada jumlah yang paling maksimum(keuntungan = hasil penjualan- biaya produksi).
Misalnya pada produksi 1, hasil penjualan barang produksi adalah 150,sedangkan biaya produksi yang telah dikeluarkan adalah 200, berarti perusahaan rugi 50, bila produksi 2 memperoleh hasil penjualan 300, dengan biaya produksi 280, maka keuntungan yang diperoleh adalah 20.
Berkaitan dengan keuntungan dalam produksi, Imam Al-Ghazali tidak menolakkenyataan bahwa mencari keuntungan merupakan motif utama dalam perdagangan. Namun ia memberikan penekanan pada etika bisnis, bahwa keuntungan yang hakikiyang dicari adalah keuntungan di akhirat. Ini mengindikasikan, bahwa keuntungan yang diperoleh adalah dengan cara-cara yang digariskan syariah, yaitu nilai-nilai keadilandan menghindari kezaliman. Yang lebih menarik dari pernyataan Al-Ghazali adalahmengurangi margin keuntungan dengan menjual harga yang lebih murah akanmeningkatkan volume penjualan yang selanjutnya hal ini akan meningkatkankeuntungan.
2.adalah menggunakan bantuan kurva atau biaya rata-rata dan biayamarginal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi dimanahasil penjualan marginal (marginal revenue/MR) sama dengan biaya marginal(MC), MR = MC.Marginal revenue merupakan tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan dari menjual 1 unit lagi barang yang diproduksi. Kalau harga barangtetap Rp.3.000,00 setiap unit tambahan barang yang dijual akan menambahhasil penjualan sebanyak Rp.3.000,00 juga.
F. MOTIF PRODUKSI
Dalam ekonomi islam , tujuan utama produksi adalah kemaslahatan individu dan masyarakat secara berimbang .
Islam sesunggunya menerima motif berproduksi sebagai motif dalam sistem ekonomi konvesiaonal , hanya saja lebih jauh islam juga menambah nilai-nilai moral utilitas ekonomi.
Dengan kata lain , di samping produksi dimaksud untuk mendapatkan utilitas , juga dalam rangka memperbaiki kondisi fisik ,materiel spiritual ,moralitas manusia sebagai sarana hidupuntuk mencapai tujuan hidup sebagaimana digariskan dalam agama islam , yaitu kebahagian dunia akhirat. kegiatan produksi yang pada dasarnya halal, harus dilakukan dengan cara- cara yang tidak kerugian dan mudharat dalam kehidupan masyarakat.
Dilihat daribsegi manfaat aktifitas produksi dalam ekonomi islam terdapat beberapa persyaratan yang harus di penuhi : pertama, dibenarkan dalam syariah islam , yaitu sejalan dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam alquran dan hadis nabi , ijma' dan qiyas. kedua , tidak mengandung unsur mudarat bagi orang lain ketiga, keluasan cakupan manfaat dalam ekonomi islam yang mencakup manfaat di dunia dan akhirat. Aktivitas produksi mencakup semua pekerjaan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai bertani,ber industri , usaha jasa, dan lain sebagainya . Dalam perspektif islam semua usaha itu masuk kategori islam .
Dalam menjalankan aktifitas produksi harus diperhatikan aspek kehalalan dalam ekonomi islam tidak semua aktivitas yng menghasilkan barang dan jasa di sebut aktivitas produksi.
G. ASMAUL HUSNA TERKAIT MATERI
Bagi Islam, memproduksi sesuatu bukanlah sekedar untuk di konsumsi sendiri atau di jual ke pasar. Dua motivasi itu belum cukup, karena masih terbatas pada fungsi ekonomi. Islam secara khas menekankan bahwa setiap kegiatan produksi harus pula mewujudkan fungsi sosial. Ini tercermin dalam QS. al-Hadid ayat 7
اٰمِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَ نْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَـكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِ ۗفَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَ نْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ
"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar."
Pada prinsipnya Islam juga lebih menekankan berproduksi demi untuk memenuhi kebutuhan orang banyak, bukan hanya sekedar memenuhi segelintir orang yang memiliki uang, sehingga memiliki daya beli yang lebih baik. Karena itu bagi Islam., produksi yang surplus dan berkembang baik secara kuantitatif maupun kualitatif, tidak dengan sendirinya mengindikasikan kesejahteraan bagi masyarakat. Apalah artinya produk yang menggunung jika hanya bisa didistribusikan untuk segelintir orang yang memiliki uang banyak.Sebagai dasar modal berproduksi, Allah telah menyediakan bumi beserta isinya bagi manusia, untuk diolah bagi kemaslahatan bersama seluruh umat manusia.terdapat dalam Surat al-Baqarah ayat 22
الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ فِرَا شًا وَّا لسَّمَآءَ بِنَآءً ۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَ خْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّـكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَا دًا وَّاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
YUSMITA (2130402114)
EKSYA-4C